Berita

Pembukaan Konsultasi Regional PDRB Jawa, Bali, Nusa Tenggara 2017

30 Agustus 2017 - 09:13:01 Admin Bappeda

 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama secara rutin melakukan pertemuan dalam forum yang dinamakan Konsultasi Regional (Konreg) PDRB guna saling memberi/sharing pengalaman dan pengetahuan dalam menyediakan berbagai data, indikator atau instrumen statistik untuk mendukung keberhasilan  program pembangunan daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Pada Tahun 2017, Konreg PDRB diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan peserta provinsi yang masuk dalam wilayah regional tengah yaitu Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabalnusra). Pelaksanaan ini berdasarkan kesepakatan bersama pada konreg sebelumnya di Jawa Timur Bulan Agustus 2016, dengan tujuan :

  1. Mewujudkan keselarasan, keserasian, dan keterpaduan perencanaan antar wilayah dan antar sektor;
  2. Membangun jaringan dan kerjasama antar provinsi dalam pengembangan dan pemanfaatan data statistik bagi perencanaan antar wilayah guna menciptakan ekonomi berkeadilan.

Dalam sambutannya, Kepala BPS RI berharap bahwa Konreg Jabalnusra PDRB 2017 dapat memberikan manfaat antara lain : (1),Menjadi forum diskusi yang dapat membuka wawasan baru tentang pembangunan kewilayahan serta keterpaduan antara pembangunan nasional dan pembangunan daerah dalam kaitannya dengan pengembangan dan pemanfaatan data statistik; (2), Pemerintah daerah dapat memperoleh masukan, khususnya terkait dengan pemanfaatan data dan informasi statistik khususnya di dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan. Data dan informasi statistik sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah. Dinamika global yang berpengaruh terhadap pembangunan daerah harus direkam menjadi data dan informasi. 

Memperhatikan perkembangan global saat ini dan era perdagangan bebas, pengembangan ekonomi kreatif merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia dalam menjawab tantangan yang ada. Untuk itulah maka Konreg PDRB Jabalnusra 2017 mengambil tema “Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Rangka Mendukung Pariwisata Daerah”. Lebih lanjut dapat disampaikan bahwa Perekonomian Jabalnusra tumbuh di atas rata-rata nasional yaitu sebesar 5,41 persen, dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 61,64 persen.

Gubernur DIY Hemengku Buwono X dalam sambutannya menyampaikan bahwa ekonomi kreatif merupakan bagian integratif dari pengetahuan yang bersifat inovatif, pemanfaatan teknologi secara kreatif dan budaya. Pengertian lain tentang ekonomi kreatif dapat ditemukan pada diktum pertama Instruksi Presiden  Nomor 6 tahun 2009 tentang pengembangan ekonomi kreatif yang berbunyi: “..… kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraaan masyarakat Indonesia.” Dengan demikian unsur utama dalam pengembangan ekonomi kreatif adalah pengembangan sumberdaya manusia.

Berdasarkan infografis data statistik dan hasil survey Ekonomi Kreatif tahun 2016 oleh BPS RI, Ekonomi Kreatif telah mampu memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbangkan 852 triliun rupiah terhadap PDB nasional (7,38%), menyerap 15,9 juta tenaga kerja (13,90%), dan nilai ekspor US$ 19,4 miliar (12,88%). Dari data 2010-2015 menunjukkan bahwa peningkatan kontribusi Ekonomi Kreatif yang signifikan terhadap perekonomian nasional yaitu sebesar 10,14% per tahun. Hal ini membuktikan bahwa Ekonomi Kreatif memiliki potensi untuk berkembang di masa mendatang.

Lebih lanjut dapat dijabarkan bahwa kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Nasional didominasi oleh tiga subsektor yaitu kuliner (41,69%), Fashion (18,15%) dan Kriya (15,70%). Sedangkan Subsektor yang mengalami pertumbuhan paling pesat adalah desain komunikasi visual, musik, animasi video dan arsitektur. Regional Jabalnusra memiliki kontribusi besar dari aspek ekspor ekonomi kreatif, karena sebagian besar (97,17%) ekspor ekonomi kreatif berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali dan DIY.

Gubernur DIY menyampaikan keyakinannya bahwa selama ini provinsi di Regional Jabalnusra sebenarnya juga telah banyak mengembangkan ekonomi kreatif dan telah memunculkan kekhasan masing-masing. Untuk itu Gubernur DIY mengajak seluruh provinsi di Jabalnusra dapat bekerjasama mengembangkan ekonomi kreatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Selain itu, salah satu aspek penting dalam pengembangan Ekonomi Kreatif adalah ketersediaan data dan informasi statistik yang menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan serta keputusan, baik bagi pemerintah maupun pelaku Ekonomi Kreatif. Sehubungan dengan hal tersebut Gubernur DIY juga mendorong agar BPS dapat melaksanakan survey khusus ekonomi kreatif di level regional sampai dengan kabupaten/kota.. (materi selngkapnya dapat diunduh di sini ).



Berita Terkait


Tidak ada berita yang terkait