Berita


  • Admin Bappeda
  • 13 Oktober 2015 - 11:43:47

MENEROPONG PERTUMBUHAN EKONOMI DIY HINGGA AKHIR 2015

Perekonomian DIY diharapkan cenderung optimis.  Bahkan prediksi pada Triwulan III 2015 tumbuh 5,12+0,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.  Pertumbuhan disorong oleh peningkatan pengeluaran pemerintah untuk konsumsi dan investasi, seiring dengan semakin banyaknya proyek-proyek infrastruktur yang terealisasi.  Konsumsi RT (termasuk LNPRT) tumbuh dalam tren meningkat, didukung oleh ekspektasi pendapatan yang membaik dan penyelenggaraan pilkada serentak pada triwulan IV 2015. Dari eksternal, perbaikan perekonomian didukung oleh kinerja ekspor yang membaik sejalan dengan perbaikan ekonomi global meskipun masih dalam besaran yang terbatas.  Merespon peningkatan permintaan domestik dan perbaikan sisi ekspor, impor diperkirakan tumbuh menguat.

Konsumsi RT diprakirakan mengalami perbaikan pada triwulan III dan IV 2015.  Sinyal perbaikan konsumsi RT tercermin pada indikator ekspektasi pendapatan dan Nilai Tukar Petani (NTP). Penurunan NTP cenderung tertahan sementara ekspektasi pendapatan masyarakat yang berada dalam tren meningkat pada triwulan III dan IV. Lebih lanjut, belanja LNPRT diperkirakan turut mendorong perbaikan konsumsi rumah tangga ke depan seiring dengan dimulainya masa kampanye Pilkada. Kendati Pilkada serentak baru akan berlangsung pada 9 Desember 2015, agenda kampanye dan persiapannya diperkirakan  sudah mulai dilakukan 3 hingga 4 bulan sebelumnya. 

Konsumsi pemerintah juga diperkirakan meningkat pada semester II 2015.  Konsumsi pemerintah pada triwulan III dan IV 2015 diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan II 2015 sejalan dengan telah selesainya reorganisasi kementerian/lembaga. Belanja barang pemerintah yang merupakan bagian dari konsumsi pemerintah diperkirakan akan meningkat. Sementara itu, belanja modal diperkirakan terus membaik sejalan dengan kemajuan proyek infrastruktur, terutama dari Kementerian PU-PR. Hal ini didukung pula oleh upaya percepatan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah dan optimalisasi penggunaan e-procurement.

Pada semester II 2015, investasi diprakirakan berada dalam tren yang membaik.  Proyek pemerintah, terutama dari Kementerian PU-Pera, menunjukkan kemajuan yang  cukup signikan. Sampai dengan Juli 2015, proyek yang telah dilelang mencapai 97,4% dan yang telah memasukai tahap kontrak mencapai 87,5%. Capaian tersebut naik dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya yang hanya sekitar 70%. Hal ini juga sejalan dengan tingkat penjualan semen yang mulai naik pada Juni mengantisipasi proyek pemerintah pada triwulan III 2015. Peningkatan realisasi proyek infrastruktur pemerintah pada semester II 2015 juga didukung oleh upaya khusus yang dilakukan untuk mendorong percepatan realisasi belanja modal, termasuk dengan menyiapkan perangkat aturan yang diperlukan. Sejalan dengan itu, investasi nonbangunan juga diprakirakan tumbuh lebih baik, meskipun dengan besaran yang terbatas. Investasi nonbangunan membaik sebagai respon atas peluang akselerasi proyek infrastruktur dan kenaikan permintaan. Kendati demikian, laju ekspansi usaha diperkirakan masih akan terbatas sebagaimana terindikasi dari indeks sentimen bisnis yang masih menurun menyikapi perlambatan ekonomi dan pelemahan nilai tukar.

Ekspor diperkirakan terus membaik meskipun masih terbatas. Pertumbuhan ekspor pada semester II 2015 diperkirakan terus membaik, sejalan dengan perbaikan ekonomi global di tengah harga komoditas global yang masih rendah. Volume perdagangan dunia diperkirakan meningkat, sejalan dengan prakiraan pertumbuhan ekonomi global yang lebih tinggi.

Impor diperkirakan tumbuh meningkat sejalan dengan perbaikan ekspor dan permintaan domestik. Realisasi investasi pemerintah diperkirakan akan mendorong impor barang modal. Perbaikan konsumsi domestik juga berpotensi meningkatkan impor bahan baku dan barang konsumsi.

Mengacu pada hal tersebut, Pemerintah Daerah DIY harus optimis dalam melakukan optimalisasi belanda keuangannya secara benar, terarah, dan akuntabel.  Selain itu, Pemda DIY diharapkan bersama seluruh komponen masyarakat lainnya senantiasa memperhatiak risiko pendorong dan penghambat pertumbuhan ekonomi, diantaranya :

Sektoral

Upside (pendorong)

Downside (penghambat)

Pertanian

Peningkatan produktifitas pertanian seiring dengan kebijakan pemerintah 2015 yang focus pada swasembada pangan.  Upaya dilakukan melalui perbaikan infrasstruktur, penyaluran sarpras pertanian, pengembangan varietas unggul, dan pencetakan lahan sawah baru

Konversi lahan pertanian yang cenderung massif pada lahan pertanian subur di pinggiran wilayah perkotaan Yogyakarta

Optimalisasi budidaya pertanian tanaman pangan yang adaptif terhadap kemarau, melalui pengembangan komoditas strategis (ketela, jagung, kedelai, …)

Dampak el nino yang mengakibatkan kekeringan karena musim kemarau yang lebih panjang sehingga berpotensi menekan produksi pertanian, terutama tanaman pangan (padi)

Industry pengolahan

Perbaikan ekonomi Negara mitra dagang

Kenaikan harga, terutama listrik, yang meberi tekanan pada biaya produksi pada UMKM

Peningkatan permintaan di pasar ekspor

 

Perbaikan konsumsi masyarakat mendorong peningkatan permintaan

 

Penurunan harga gas sebagai dampak paket ekonomi Pemerintah

 

Penguatan nilai tukar rupiah, yang mengakibatkan bahan baku tekstil dari impor menjadi stabil

 

Pelemahan dolar terhadap mata uang rupiah yang mempengaruhi investasi dari buyer untuk segera memesan barang dari produk lokal

 

Penyediaan makanan dan minuman

Kebijakan bebas visa bagi 30 negara

Pembatasan kebijakan pelarangan rapat bagi instansi pemerintah di hotel

Peningkatan kunjungan wisatawan domestic ke DIY, seiring meningkatkan destinasi dan semakin kreatifnya atraksi wisata di DIY sebagai terobosan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan

Kemacetan pada sejumlah ruas jalan startegis pada setiap musim liburan yang membuat wisatawan menjadi tidak nyaman saat berliburan di DIY

Lalu, optimisme menjadi pegangan untuk meneruskan pembangunan perekonomian ke depan.  Kerja kerja dan kerja !!!

Sumber : analisa dari BI Perwakilan Yogyakarta & Bappeda DIY, 2015

 

Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta
(0274)589583, (0274)557418
(0274)562811
(0274)586712
http://bappeda.jogjaprov.go.id
bappeda@jogjaprov.go.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website Ini Atau Sistem Kami Saat Ini. Tanggapan Anda Sangat Membantu Untuk Meningkatkan Pelayanan Kami Kepada Masyarakat.Apabila terdapat kendala dalam menemukan informasi yang dicari dapat mengunjungi halaman FAQ